Cinta



حديثنا عن مقام عظيم  وعمل كبير من أعمال القلوب فهو أساسها جميعاً ألا وهو محبة الله  تعالى. المحبة هي الرأس والخوف والرجاء هما الجناحان والعبد يسير إلى الله بالمحبة والخوف والرجاء.
Pelajaran kita kali ini mengenai amalan hati yang sangat mulia dan luhur serta merupakan landasan dari semua amal yaitu cinta kepada Allah. Cinta ibarat kepala, sedangkan takut dan harap adalah sayap. Seorang hamba akan mampu berjalan menuju Allah ta'ala dengan cinta, takut dan harapan.

هذه المحبة هي المنزلة التي  فيها تنافس المتنافسون وإليها شخص  العاملون وإلى علمها شمر السابقون  وعليها تفانى المحبون وبروح نسيمها  تروح العابدون
Cinta inilah yang  menjadi target kompetisi para hamba yang berbuat kebaikan, puncak yang dituju oleh para pendaki kebaikan, obyek yang membuat para pecinta berguguran, spirit yang memotivasi ahli ibadah untuk terus berjuang

فهي قوت القلوب وغذاء الأرواح وقرة العيون  وسرور النفوس ونور العقول وعمارة الباطن  و غاية الأماني ونهاية الآمال وروح الحياة وحياة الأرواح..
Cinta kepada Allah adalah nutrisi hati dan energi jiwa, penyejuk pandangan dan kebahagiaan nurani. Ia adalah cahaya akal dan pelipur lara batin. Ia adalah pelabuhan akhir dari semua kapal pengharapan dan angan-angan dan ia menjadi ruh bagi kehidupan dan kehidupan bagi ruh.

وهي الحياة التي من حرمها فهو من جملة الأموات، والنور الذي من فقده فهو في بحار الظلمات ،والشفاء الذي من عدمه حلت بقلبه جميع الأسقام واللذة التي من لم يظفر بها فعيشه  كله هموم وآلام ، فهي روح  الإيمان والأعمال والمقامات والأحوال التي متى ما خلت منها فهي كالجسد الذي لا روح فيه.
Ia kehidupan, siapa yang menghilangkannya maka ia termasuk orang mati __ Ia cahaya, siapa yang kehilangan sinarnya akan berada dalam kegelapan samudera __ Ia obat, siapa yang tidak menelannya maka hatinya akan digerogoti beragam penyakit __ Ia kenikmatan, siapa yang tidak memperolehnya maka seluruh kehidupannya adalah kegelisahan dan derita __ Ia adalah ruh iman, amal dan perilaku, ketika ia terlepas darinta maka seperti jasad tanpa jiwa.

تالله لقد ذهب أهلها بشرف الدنيا والآخرة إذ لهم من معية محبوبهم أوفر نصيب وقد قضى الله يوم قدر مقادير الخلائق بحكمته البالغة أن المرء مع من أحب..، فيالها من نعمة على المحبين سابغة.                . < من كلام ابن القيم في المحبة >
Sungguh hanya yang mencintai Allah memperoleh kemuliaan dunia dan akhirat. Karena kebersamaannya dengan kekasihnya adalah kesempatan terbaik. Allah ta'ala telah menetapkan pada saat menentukan takdir makhluqnya, bahwa seseorang akan bersama dengan yang dicintainya. Sungguh alangkah agungnya nikmat ini bagi para pecinta. (dari perkataan ibnul qayyim)

Pengertian cinta secara bahasa ( المحبة في اللغة)
من الحب . قيل المحبة أصلها الصفاء لأن العرب تقول لصفاء بياض الأسنان ونضارتها حبب الأسنان ،
Dari kata al hub. Ada juga yang mengatakan asal kata mahabbah adalah shafa (bening dan bersih) karena orang arab menggunakan istilah ini untuk mengungkapkan "gigi yang putih"
 وقيل إنها مأخوذة من الحباب الذي يعلو الماء عند  المطر الشديد فعلى هذا المحبة غليان القلب عند الاهتياج إلى لقاء المحبوب،
Pendapat lain mengatakan ia berasal dari al habab (air yang meluap setelah turun hujan lebat) oleh karena itu mereka mengatakan bahwa mahabbah adalah luapan dan gejolak hati saat dirundung hasrat untuk bertemu dengan sang kekasih.
 وقيل المحبة مشتقة من اللزوم والثبات ومنه أحب البعير إذا برك
Ada pula yang mengartikannya al luzum wa tsabat (tenang dan teguh) seperti kalimat ahabba al ba'iru artinya, unta yang tenang dan tidak mau bangun lagi setelah menderum.
علامات محبة الله تعالى للعبد:

Tanda Cinta Allah Kepada Hamba-Nya

سن التدبير له فيربيه من الطفولة على أحسن نظام ويكتب الإيمان في قلبه وينور له عقله فيجتبيه لمحبته ويستخلصه لعبادته فيشغل  لسانه بذكره وجوارحه بطاعته ، فيتبع كل ما يقربه إلى محبوبه و هو الله عز وجل ويجعله  الله نافراً من كل ما يباعد بينه وبينه ثم يتولى هذا العبد الذي يحبه بتيسير أموره من غير ذلّ للخلق  فييسر أموره من غير إذلال، ويسدد ظاهره وباطنه، ويجعل همه هماً واحداً  بحيث تشغله محبته عن كل شيء
Pertama, Allah mengarahkan hamba-Nya dengan mendidik dan membimbingnya sejak kecil dengan cara terbaik. Menuliskan iman di dalam hatinya, menerangi akalnya, sehingga Allah ta'ala memilihnya karena cinta-Nya, membersihkannya agar beribadah kepada-Nya, lisannya senantiasa sibuk dengan zikir dan anggota badannya dengan ketaatan, serta ia senantiasa mengikuti semua amal yang mendekatkannya kepada kekasihnya yaitu Allah swt. Kemudian Allah menimbulkan rasa takut yang menjauhkan jarak antara dirinya dengan Allah. Kemudian Allah memberikan kemudahan untuk hamba yang dicintai-Nya ini dalam semua urusannya tanpa merendahkan diri kepada mahluk, meluruskan lahir dan batin dan menumbuhkan ambisi yaitu hanya cinta kepada Allah atas segala sesuatu.

لقبول في الأرض والمراد قبول القلوب لهذا العبد الذي يحبه الرب والميل إليه  والرضا عنه والثناء عليه كما جاء في حديث أبو هريرة  رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Kedua, Keberadaan hamba diterima oleh penduduk bumi. Maksudnya semua hati manusia menerima, mencintai, meridhoi dan memuji keberadaan hamba yang dicintai Allah. Sebagaimana telah datang dalam hadits dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

إن الله إذا أحب عبداً دعا جبريل فقال إني أحب فلاناً فأحبّه ، فيحبه جبريل ، ثم ينادي في السماء فيقول إن الله يحب فلاناً فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع  له القبول في الأرض، وإذا  أبغض عبداً دعا جبريل  عليه السلام إني أبغض فلاناً  فأبغضه، فيبغضه جبريل ثم ينادي في أهل السماء إن الله يبغض فلاناً فيبغضوه ثم توضع له البغضاء في الأرض< رواه البخاري ومسلم>.
Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berkata, "Sesungguhnya saya mencintai Fulan, maka cintailah ia, kemudian Jibrilpun mencintainya, "lalu Jibril  menyeru di langit dengan berkata, "Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, karenanya cintailah ia. Maka penghuni langitpun mencintai-nya. Lalu orang tersebut didudukkan sebagai orang yang diterima di muka bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, ia memanggil Jibril, sesungguhnya Saya membenci Fulan, karenanya bencilah ia, maka Jibrilpun membencinya. Lalu ia menyerukan kepada seluruh penghuni langit sesungguhnya Allah membenci Fulan, karenanya bencilah ia. Lalu orang tersebut didudukkan sebagai orang yang dibenci di muka bumi." (bukhori muslim)

الابتلاء، وهذا الابتلاء على حسب قدر الإيمان ومحبة الله للعبد كما قال سعد بن أبي وقاص :
Ketiga, Ujian. Dan ujian ini disesuaikan dengan kadar keimanan hamba dan kecintaan Allah kepada seorang hamba, sebagaimana Sa'ad bin Abi Waqqas berkata:

 يارسول الله أي الناس أشد بلاء؟قال:       { الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل، يبتلى العبد على حسب دينه فإن كان في دينه صلباً اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلي على حسب دينه فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشي على الأرض وما عليه خطيئة}< رواه الترمذي وقال الألباني حسن صحيح>. 
Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berat ujiannya? Ia menjawab, "para Nabi, kemudian setelahnya dan setelahnya. Allah swt menguji seorang hamba sesuai kadar agamanya, apabila agamanya kuat dan kokoh, ujiannya akan semakin berat, dan apabila agamanya lemah, Ia menguji sebatas kadar agamanya. Dan ujian akan terus ada pada seorang hamba hampai ia meninggalkannya berjalan di muka bumi tanpa ada kesalahan sedikitpun pada dirinya." (HR Tirmidzi. Al Albani mengatakan hasan shahih)

الموت على عمل صالح، كما جاء عن النبي صلى الله عليه وسلم:
Keempat, Menutup usia dengan amal shalih. Sebagaimana dijelaskan dari Nabi Muhammad saw:

إذا أحب الله عبداً عسّله قالوا وما عسّله؟ قال : يوفق له عملاً صالحاً بين يدي أجله حتى يرضى عنه جيرانه أو من حوله < رواه أحمد وابن حبان والحاكم وصححه الألباني>
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, Ia menggerakkannya, "Mereka bertanya, "Apa maksudnya menggerakkannya itu?. Beliau menjawab. "Ia menunjukinya kepada amal sholih saat menjelang ajalnya sehingga para tetangganya dan atau orang disekitarnya ridha kepadanya. (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim. Dan dishahihkan oleh al Albani)

علامات العبد الدالة على محبته لله تعالى:
Ciri-Ciri Seorang Hamba Yang Mencintai Allah Ta'ala

والمحبة شجرة طيبة أصلها ثابتة وفرعها في السماء ، وثمارها تظهر في القلب والجوارح كدلالة الثمار على الأشجار والدخان على النار وهذه العلامات كثيرة:
Cinta ibarat sebuah pohon yang akarnya kokoh menembus tanah dan cabangnya menjulang kelangit, buahnya terlihat jelas pada hati dan anggota badan sebagaimana jelasnya buah diatas pohon dan asap pada api. Adapun tanda-tanda seorang hamba yang mencintai Allah banyak, diantaranya:

حب لقاء الله تعالى فإنه لا يتصور أن يحب القلب محبوباً إلا ويحب لقاءه ومشاهدته ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم :
Pertama, Senang bertemu dengan Allah ta'ala. Bukti yang bisa menggambarkan kondisi hati saat mencintai kekasihnya adalah kerinduan hamba untuk bertemu dan melihatnya. Maka dari itu, Nabi Muhammad saw bersabda:

{  من أحب لقاء الله أحب الله لقاءه ومن كره لقاء الله كره الله لقاءه} < رواه البخاري ومسلم>
Barangsiapa senanng berjumpa dengan Allah, Allahpun senang berjumpa dengannya. Dan barangsiapa membenci bertemu dengan Allah, Allah pun benci bertemu dengannya. (HR Bukhari Muslim)

أن يكون أنسه بالخلوة ومناجاة الله ، فإن أقل درجات التنعم بمناجاة الحبيب فمن كان النوم والاشتغال بالحديث ألذّ عنده من مناجاة الليل فكيف تصح محبته؟
Kedua, Senang menyendiri untuk bermunajat kepada Allah, Sesungguhnya tingkat terendah kenikmatan adalah bermunajat kepada sang kekasih. Oleh karena itu hamba yang lebih senang tidur dan menghabiskan waktunya dengan mengobrol dibanding bermunajat dengan kekasihnya bagaimana mungkin kecintaannya benar?

فإن المحب يتلذذ بخدمة محبوبه وتصرفه  في طاعته وكلما كانت المحبة أقوى كانت لذة الطاعة والخدمة أكمل وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم :
Karena sang pecinta akan merasakan nikmat dan senang ketik bisa melayani kekasihya dan melakukan ketaatan kepadanya. Ketika cinta semakin mengkristal seiring dengan itu rasa nikmat dalam beribadah dan menghambakan diri semakin terasa sempurna. Rasulullah saw bersabda:

{ حبب إلي من الدنيا الطيب والنساء وجعلت قرة عيني في الصلاة}< رواه النسائي قال الألباني حسن صحيح>.
Kenikmatan yang paling aku senangi adalah wewangian dan wanita (istri). Dan buah hati yang paling aku cintai adalah sholat. (Nasa-i)

فقرة العين كما قال ابن القيم فوق المحبة، فجعل النساء والطيب مما يحبه، وأخبر أن قرة العين  التي يطمئن القلب بالوصول إليها ومحض لذته  وفرحه وسروره و بهجته إنما هو بالصلاة التي هي صلة بالله وحضور بين يديه ومناجاة له واقتراب منه فكيف لا تكون قرة العين؟
Qurratul 'ain menurut Ibnul Qayyim, kedudukannya di atas mahabbah, sedangkan istri serta wewangian termasuk nikmat yang dicintai. Rasulullah saw mengabarkan bahwa qurratul 'ain adalah nikmat yang membuat hati terasa tenang ketika melakukannya, yaitu sholat yang menjadi sarana komunikasi, pertemuan, permintaan dan pendekatan dengan Allah. Maka bagaimana mungkin sholat tidak menjadi qurratul 'ain?

ومن قرة عينه بصلاته في الدنيا ؛ قرة عينه  بقربه من ربه عزوجل في الآخرة وقرة عينه به أيضاً في الدنيا ومن قرت عينه بالله قرت به كل عين، ومن لم تقر عينه بالله تقطعت نفسه على الدنيا حسرات
Disamping sholat sebagai penyejuk dan buah hati bagi pecinta di dunia, juga kedekatannya dengan Allah ta'ala di dunia dan akhirat. Oleh karena itu hamba yang selalu menengadahkan pandangannya kepada Allah ta'ala, maka semua oandangan akan tertuju kepadanya. Sebaliknya hamba yang enggan mengarahkan pandangannya kepada Allah ta'ala, maka ia akan menanggung kerugian kelak.

أن يكون صابراً على المكاره، والصبر من آكد المنازل في طريق المحبة وألزمها للمحبين ،
Ketiga, Bersabar terhadap hal-hal yang dibenci. Sabar adalah sikap yang harus dimiliki hamba ketika mencintai Allah dan tuntutan yang harus dipikul para pencinta.

فإنه بقوة الصبر على المكاره في مراد المحبوب يعلم صحة المحبة ومن هنا كانت محبة أكثر الناس كاذبة،
Dengan kekuatan bersabar dari sesuatu yang dibenci dalam memenuhi keinginan sang kekasih akan diketahui kebenaran mahabbah. Dan terlihat bahwa mahabbah sebagian besar orang adalah dusta

لأنهم كلهم ادعوا محبة الله تعالى فحين امتحنهم بالمكاره انخلعوا عن الحقيقة ولم يثبت إلا الصابرون ،
Karena mereka mengaku mencintai Allah, tetapi begitu diuji dengan yang dibenci mereka terlepas dari hakikat mahabbah, dan tidak ada yang tegar melainkan orang-orang yang sabar.

أن لا يؤثر عليه شيئاً من المحبوبات، أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما
Keempat, Tidak lebih mengutamakan yang lain dari sang kekasih, yaitu menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari segala-galanya.

{ أنت يا رسول الله أحب إلي من كل شيء إلا من نفسي، قال: حتى أكون أحب إليك من نفسك، قال : أنت أحب إلي من كل شيءحتى نفسي، قال: الآن ياعمر}،
"Engkau ya Rasulullah lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku." Maka beliau berkata, "sampai aku lebih kamu cintai dari dirimu sendiri." Umar berkata, "Engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu bahkan diriku sendiri." Maka beliau berkata, "sekarang baru benar ya Umar."

 إذاً من العلامات أن لا يقدم العبد شيئاً على الله لا ولده ولا والده ولا الناس ولا أي شهوة، ومن آثر على الله شيئاً من المحبوبات فقلبه مريض،
Jadi diantara tanda-tanda adalah seorang hamba tidak mengutamakan pihak lain selain Allah, tidak anaknya, tidak orangtuanya, manusia lainnya dan tidak pula syahwatnya. Larema orang yang lebih mengutamakan sesuatu yang ia cintai daripada Allah maka sebenarnya hatinya sedang sakit.

و إذا كان العبد مؤثراً ما أحبه الله على ما يحبه هو فيكون عند ذلك مقاوماً لداعي الهوى معرضاً عن الكسل مواظباً على الطاعة متقرباً بالنوافل فيظهر الطاعة،
Dan ketika seorang hamba mendahulukan apa yang dicintai Allah dari apa yang disenangi diriny, maka pada saat itu ia telah meluruskan dorongan hawa nafsunya, membiasakan dalam ketaatan serta mendekatkan diri dengan amalan sunnah

أن يكون مولعاً بذكر الله تعالى ، لا يفتر لسانه ولا يخلو عنه قلبه ، فإن من أحب شيئاً أكثر من ذكره.
Kelima, Senang mengingat Allah, lisan seorang hamba yang cinta kepada Allah tiada henti menyebut kekasihnya  dan hatinya tidak pernah lepas merindukannya, karena orang yang mencintai sesuatu ia akan senantiasa menyebut dan mengingatnya

فيحب عبادته وكلامه وذكره وطاعته وأولياءه. ولقد أمر الله تعالى عباده بذكره في أخوف المواضع
Ia senang beribadah kepada-Nya, mencintai perkatann-Nya, mengingat-Nya, menaati-Nya dan mencintai para kekasih-Nya. Allah ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk mengingat-Nya meskipun dalam kondisi yang paling menakutkan,

{يا أيها الذين آمنوا إذا لقيتم فئة فاثبتوا واذكروا الله كثيراً}
Wahai orang-orang yang beriman ketika kalian bertemu dengan sekelompok musuh, maka tegarlah dan berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya (an nahl 45)

المحب الصادق إذا ذكر الله خالياً وجل قلبه وفاضت عيناه من خشية الله
Keenam, Pecinta sejati, saat mengingat Allah ta'ala, dalem kesendirian, hatinya bergetar dan kedua matanya meneteskan air mata, karena takut kepada Allah,

{ إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيماناً وعلى ربهم يتوكلون}
"sesungguhnya orang-orang beriman adalah mereka yang ketika disebut nama Allah bergetar hatinya, dan ketika dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanannya dan kepada Rabbnya mereka bertawakkal." (al anfaal 2)

أن يتأسف على ما يفوته من طاعة الله وذكره،
Ketujuh, menyesali kelalaian diri ketika beribadah dan mengingat Allah,

 فترى أشد الأشياء عليه ضياع شيء من وقته فإذا فاته ورده  وجد لفواته ألماً أعظم من تألم الحريص على ماله من فوات ماله وسرقة ماله  وضياع ماله،
Disini anda bisa melihat bahwa suatu yang terberat bagi hamba yang mencintai Allah adalah menyia-nyiakan waktu. Saat lalai dari zikirnya ia merasakan derita yang sangat berat ketimbang derita orang tamak yang kehilangan hartanya.

كما كان يفعل الصادق المصدوق صلى الله عليه وسلم فقالت عائشة رضي الله عنها:
Sebagaimana perilaku sang teladan kejujuran Rasulullah saw, ketika Aisyah ra berkata:
{كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا عمل عملاً أثبته وكان إذا نام من الليل أو مرض صلّى من الليل اثنتا عشرة ركعة} < رواه مسلم >
Rasulullah saw, ketika mengerjakan suatu amal, ia mengokohkannya. Dan saat ia tidur atau sakit, ia menunaikan shalat malam sebanyak dua belas raka'at (hr Muslim)

disarikan secara bebas dari silsilah a'mal al-qulub, karya Muhammad Salih al-Munajid

Takabur



‏[‏ الفصل الأول في الكبر ‏]‏
Pembahasan Tentang Takabur
‏قال الله تعالى‏:‏ ‏{‏سأصرف عن آياتي الذين يتكبرون في الأرض بغير الحق‏}‏ ‏[‏الأعراف‏:‏146‏]‏ وقال‏:‏ ‏{‏إنه لا يحب المستكبرين‏}‏‏[‏النحل‏:‏23‏]‏‏.‏
Allah ta'ala berfirman, "Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar" (al a'raf ) "sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong." (an nahl)

وفى الحديث الصحيح من أفراد مسلم، أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال‏:‏ ‏"‏ لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر‏"‏‏.
Dalam hadits shahih yg diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullah saw bersabda, "tidak akan masuk surge orang yang di dalam hatinya ada takabur sekalipun seberat dzarrah"

‏وفى ‏"‏الصحيحين‏"‏ عنه صلى الله عليه وآله وسلم قال‏:‏ ‏"‏قالت النار‏:‏ أوثرت بالمتكبرين‏"‏‏.‏
Di dalam ash-shahihain diriwayatkan dari Rasululllah saw, beliau bersabda," Neraka berkata: Aku diistimewakan karena berpenghuni orang-orang yang sombong." (Bukhari Muslim)

وعنه صلى الله عليه وآله وسلم أنه قال‏:‏ ‏"‏ يحشر الجبارون والمتكبرون يوم القيامة في صورة الذر، يطؤهم الناس لهوانهم على الله عز وجل‏"‏‏.
Beliau juga bersabda, "orang-orang yang lalim dan sombong akan dihimpun pada hari kiamat dalam rupa bentuk semut. Orang-orang menginjak-injak mereka karena kehinaan diri mereka di hadapan Allah azza wajalla (diriwayatkan at tirmidzi, Ahmad, al baghawi dan Ibnul Mubarak)

‏وقال سفيان بن عيينة رحمة الله ‏:‏ من كانت معصيته في شهوة، فارج له التوبة، فإن آدم عليه السلام عصى مشتهيا فغفر له، فإذا كانت معصيته من كبر، فاحش عليه اللعنة، فإن إبليس عصى مستكبراً فلعن‏.
Berkata Sofyan bin Uyainah rahimahullah, "Siapa yang kerdurha-kaannya karena suatu nafsu, maka saya berharap dia segera bertaubat sebab Adam juga durhaka karena terlena oleh nafsu, lalu dosanya diampuni. Tapi jika kedurhakaannya karena takabur, maka hendaklah dia takut terhadap laknat, sebab iblis durhaka karena dia sombong, lalu diapun dilaknat.

‏وفى ‏"‏الصحيحين‏"‏ ‏:‏ أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال‏:‏ ‏"‏ من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة، فقال أبو بكر‏:‏ يارسول الله إن أحد شقي إزاري ليسترخي، إلا أن أتعاهد ذلك منه‏؟‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ‏:‏ ‏"‏ لست ممن يصنعه خيلاء‏"‏‏.
Di dalam ash shahihain disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang menjulurkan kain bajunya karena congkak, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat." Abu Bakar berkata, "wahai Rasulullah, salah satu belahan kain mentelku ada yang menjulur. Hanya saja aku menyelamatkan diri dari yang demikian itu." Rasulullah saw bersabda, "engkau bukan termasuk orang-orang yang melakukannya karena congkak." (Bukhari Muslim)

‏واعلم‏:‏ أن الكبر خلق باطن تصدر عنه أعمال هي ثمرته، فيظهر على الجوارح، وذلك الخلق هو رؤية النفس على المتكبر عليه، يعنى يرى نفسه فوق الغير في صفات الكمال، فعند ذلك يكون متكبراً‏.
Ketahuilah bahwa takabur itu merupakan akhlak batin yang muncul karena amal, yang berarti takabur merupakan buah dari amal, lalu tampak dalam tindakan anggota badan. Akhlaq ini merupakan hasrat untuk menampakkan diri dihadapan orang yang akan disombongi, agar dia terlihat lebih hebat dari yang lain, dengan memiliki sifat-sifat kesempurnaan. Pada saat itulah dia menjadi orang yang sombong.

‏‏وإنما صار حجاباً دون الجنة، لأنه يحول بين العبد وبين أخلاق المؤمنين، لأن صاحبه لا يقدر أن يحب للمؤمنين ما يحب لنفسه،
Dan sesungguhnya takabur akan menjadi penghalang jalan ke surge, karena takabur ini akan menghalangi seseorang dengan sifat orang-orang mukmin, karena orang yang sombong tidak mampu mencintai bagi orang-orang mukmin apa yang dicintai bagi dirinya sendiri.

 فلا يقدر على التواضع، ولا على ترك الحقد والحسد والغضب، ولا على كظم الغيظ وقبول النصح، ولا يسلم من الازدراء بالناس واغتيابهم‏.‏ فما من خلق ذميم إلا وهو مضطر إليه‏.
Dia tidak sanggup tawadhu, tidak meninggalkan dengki, iri dan benci, tidak mampu menahan amarah dan menerima nasihat, tidak mau menghentikan penghinaan dan pelecehannya terhadap oranglain. Tidak ada mahluk yang hina melainkan memang dia akan mencari-cari kehinaan itu.

‏ومن شر أنواع الكبر ما يمنع من استفادة العلم ، وقبول الحق، والانقياد له‏.‏وقد تحصل المعرفة للمتكبر ، ولكن لا تطاوعه نفسه على الانقياد للحق،
Diantara keburukan takabur adalah perasaan tidak mau mencari ilmu, tidak perlu menerima kebenaran dan tidak perlu tunduk kepada kebenaran.  Bisa saja pemahaman didapatkan orang yang sombong, tapi dia tetap tidak mau membuat dirinya tunduk kepada kebenaran.

 كما قال تعالى‏:‏ ‏{‏وجحدوا بها واستيقنتها أنفسهم ظلماً وعلواً‏}‏ ‏[‏النمل‏:‏ 14‏]‏ ‏{‏فقالوا أنؤمن لبشرين مثلنا‏}‏ ‏[‏المؤمنون ‏:‏47‏]‏ ‏{‏إن أنتم إلا بشر مثلنا‏}‏ ‏[‏إبراهيم ‏:‏10‏]‏
Sebagaimana firman Allah, "dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongan mereka, padahal hati mereka meyakininya" (an naml). "Dan mereka berkata apakah patut kita percaya kepada dua orang manusia seperti kami juga."

"Kalian tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga" (Ibrahim)
‏وقد شرح رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم الكبر فقال‏:‏ ‏"‏ الكبر‏:‏ بطر الحق وغمط الناس‏"‏‏.‏ ومعنى غمط الناس‏"‏ الازدراء بهم، واستحقارهم‏.‏ ويروى‏:‏ غمص الناس بمعنى غمط الناس‏.‏
Rasulullah saw telah menjelaskan takabur dengan bersabda, "takabur itu adalah mengabaikan kebenaran dan melecehkan manusia".

disarikan secara bebas dari Mukhtashar Minhajul Qashidin karya Ibnu Qudamah al Maqdisy

Do'a Qiyamul Lail



Do'a Nabi saw yang beliau ucapkan ketika menegakkan sholat malam. Hadits ini diriwayatkan al Bukhari dalam shahihnya dari Ibnu Abbas ra,

"اللهم لك الحمد أنت نور السماوات والأرض ومن فيهن ولك الحمد أنت قيوم السماوات والأرض ومن فيهن
"Ya Allah, segala pujian bagiMu, Engkaulah cahaya langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya.Dan segala pujian bagiMu , Engkaulah yang mengatur langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya.

ولك الحمد أنت الحق ووعدك الحق ولقاؤك حق والجنة حق والنار حق والنبيون حق والساعة حق ومحمد حق
Dan segala pujian bagimu, Engkau adalah Maha Benar, janji-Mu adalah benar, perkataan-Mu adalah benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar, kiamat adalah benar, Muhammad adalah benar

اللهم لك أسلمت وبك آمنت وعليك توكلت وإليك أنبت وبك خاصمت وإليك حاكمت
Ya Allah kepada-Mu aku menyerah, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku bertaubat, kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta hukum.

فاغفر لي ما قدمت وما أخرت وما أسررت وما أعلنت أنت إلهي لا إله إلا أنت"
Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kurahasiakan dan yang kulakukan terang-terangan, Engkau adalah tuhan-Ku, tiada tuhan selain Engkau.

Diadaptasi secara bebas dari Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim al Jauziyah

Memuliakan Istri



Tadabbur Surat An Nisa 19

...وَعَاشِرُوهُنَّ باِلمْعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Dan bergaullah dengan mereka secara ma'ruf, Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Pokok-Pokok Pikiran Dalam Ayat

A. Kewajiban berbuat baik kepada istri

Kalimat "wa'aasyiruhunna bil ma'ruf" bergaullah dengan istri secara ma'ruf adalah bentuk kalimat perintah, sehingga wajib bagi suami melaksanakannya. Sesuai dengan kaidah,
الأَصْلُ فِي الأَمْرِ لِلْوُجُوبِ
"perintah menunjukkan kewajiban"

Dalam tafsir al Jami' li ahkamil qur'an disebutkan
إِذَا عَقَدُوا عَلَيْهِنَّ فَأَمَرَ اللهَ سُبْحَانَهُ بِحُسْنِ صَحْبِهِ النِّسَاء
Ketika kamu sekalian mengikat janji setia (akad nikah) maka sesungguhnya Allah memerintahkan agar kamu sekalian mempergauli istri dengan baik.

Disebutkan pula dalam tafsir al manar tentang kewajiban menerima tabi'at istri,
وَتَأْلَفُهُ طِبَاعُهُنَّ ، وَلَا يُسْتَنْكَرُ شَرْعًا ، وَلَا عُرْفًا ، وَلَا مُرُوءَةً ، فَالتَّضْيِيقُ فِي النَّفَقَةِ ، وَالْإِيذَاءُ بِالْقَوْلِ ، أَوِ الْفِعْلِ ، وَكَثْرَةُ عُبُوسِ الْوَجْهِ ، وَتَقْطِيبِهِ عِنْدَ اللِّقَاءِ كُلُّ ذَلِكَ يُنَافِي الْعِشْرَةَ بِالْمَعْرُوفِ
Menerima tabi'at mereka dan tidak mengingkarinya secara syar'i, kebiasaan maupun etika. Hal ini berarti pelit dalam memberi nafkah, menghina baik secara lisan dan perbuatan, sering bermuka masam dan mengerutkan muka ketika bertemu merupakan penolakan terhadap perintah berbuat baik kepada mereka.

Demikian pula ath Thobari mengemukakan janganlah seorang suami menyulitkan keadaan istrinya dengan peraturan-peraturan yang terlalu menyulitkan sehingga diluar kehendaknya sendiri ia melanggar,
لاَ تَعْضُلُوا نِسَاءَكُمْ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ مِنْ غَيْرِ رِيْبَةٍ وَلاَ نُشُوزٍ كَانَ مِنْهُنَّ ، وَلَكِنْ عَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
Janganlah kamu sekalian menghalangi istrimu agar kamu dapat menghilangkan sebagian pemberian yang kamu berikan kepada meraka sedangkan mereka tidak berbuat durhaka kepadamu, akan tetapi bergaullah dengan mereka secara baik.

B. Berbaik sangka, bersabar dan tidak sombong terhadap istri

Ayat ini juga menjelaskan tentang pentingnya seorang suami berbaik sangka terhadap istrinya, kerena tidak mustahil pandangan suami terhadap istrinya terdapat kekeliruan. Allah jadikan kebaikan yang banyak pada sesuatu yang dibenci oleh suaminya.
Berbaik sangka adalah sebuah langkah awal dimulainya hubungan yang baik, dan hal ini tidaklah dimiliki kecuali oleh mereka yang memiliki sifat rendah hati yaitu mau mendengar dan meneima kondisi orang lain.

Perlu disadari bahwa kekurangan pada diri istri terutama fisiknya adalah bukan keinginannya sendiri. Sebagaimana dalam tafsir al manar disebutkan,
فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ لِعَيْبٍ فِي الْخُلُقِ ، أَوِ الْخَلْقِ مِمَّا لَا يُعَدُّ ذَنْبًا لَهُنَّ ; لِأَنَّ أَمْرَهُ لَيْسَ فِي أَيْدِيهِنَّ
Dan jika kamu membenci istrimu karena kekurangannya dalam perilaku terutama fisiknya, maka janganlah kamu mengira (berburuk sangka) bahwa itu dosa (kesalahan) bagi mereka, karena sesungguhnya mereka tidak bertanggung jawab atas perkara itu.

Sebab penciptaan adalah berada dalam kuasa Allah ta'ala, sehingga jika kita bersabar atas kekuasaan Allah tersebut niscaya Dia akan memberikan kebaikan yang banyak,
فَاصْبِرُوا عَلَى مَا كَرِهْتُمُوا لِأَنَّ الصَبْرَ مِنْ جَزَاعِ الشَرْطِ فِي الْخَيْرِ الْكَثِيْرِ بَلْ أَهَمُّهُ وَ أَعْلاَهُ الْأَوْلَادُ النُجَبَاءُ
Maka bersabarlah atas apa yang kamu benci itu, karena sesungguhnya bersabar itu adalah syarat dari balasan kebaikan yang berlimpah. Bahkan makna kebaikan yang berlimpah itu menjadi penting dan utama karena lahirnya anak-anak yang mulia dan terhormat dari istrinya.

Muhammad Rashid Ridho mengemukakan diantara hikmah dianjurkannya bersabar bagi suami adalah karena dia tentu juga menginginkan kesabaran istrinya atas perangainya sehari-hari,
فَيَجِبُ عَلَى الرَّجُلِ الَّذِي يَكْرَهُ زَوْجَهُ أَنْ يَتَذَكَّرَ مِثْلَ هَذَا وَيَتَذَكَّرَ أَيْضًا أَنَّهُ لَا يَخْلُو مِنْ عَيْبٍ تَصْبِرُ امْرَأَتُهُ عَلَيْهِ فِي الْحَالِ ، غَيْرَ مَا وَطَّنَتْ نَفْسَهَا عَلَيْهِ فِي الِاسْتِقْبَالِ
Ketika seorang suami membenci sesuatu pada istrinya wajib baginya mengingat bahwa iapun tidak luput dari aib yang dengannya istrinya dapat bersabar serta membiasakan dirinya terhadap kekurangan suaminya sepanjang hidupnya.

Hubungan yang harmonis dalam rumah tangga juga tidak dimungkinkan jika terdapat sifat sombong dari salah satu pasangan baik istri maupun suami. Sifat inilah yang menyebabkan syaitan terusir dari jannah, maka jika kita ingin mewujudkan baiti jannati sifat sombong inilah penghalangnya. Dalam tafsir al manar diingatkan tentang kemungkinan munculnya sifat sombong pada suami,
فَكَثِيرًا مَا يَكْرَهُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ لِبَطَرِهِ بِصِحَّتِهِ ، وَغِنَاهُ ، وَاعْتِقَادِهِ أَنَّهُ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَتَمَتَّعَ بِخَيْرٍ مِنْهَا وَأَجْمَلَ
Kebanyakan seorang suami itu membenci keburukan istrinya ketika ia dalam keadaan berbangga dengan kesehatannya, dan keyakinan penuh akan kesanggupannya memberikan yang terbaik bagi istrinya serta ketampanan fisiknya.
Sifat yang demikian ini tentu membahayakan keharmonisan rumah tangga.

C. Toleransi dan kerjasama

Dalam Tafsir al Manar disebutkan,
وَفِي الْمُعَاشَرَةِ مَعْنَى الْمُشَارَكَةِ وَالْمُسَاوَاةِ ، أَيْ عَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلْيُعَاشِرْنَكُمْ كَذَلِكَ
Makna mu'asyaroh (mempergauli) adalah adanya kerjasama dan toleransi, jika kalian mempergauli istri dengan baik maka mereka pun akan mempergaulimu dengan baik

Diantara bentuk toleransi dan kerjasama adalah hendaknya suamipun berhias bagi istrinya. Ibnu Abbas ra mengemukakan,
إنِِي أُحِبُّ أَنْ أَتَزَيَّنَ لِأِ مْرَأَتِي كَمَا أُحِبُّ أَنْ تَتَزَيَّنَ لِي
"Sesungguhnya aku lebih menyukai berhias untuk istriku sebagaimana akupun menyukai istriku berhias untukku." …al Qurthubi)

Kerjasama dalam keluarga juga termasuk fungsi seorang suami untuk memberikan bantuan bagi istrinya dalam mengurusi rumah tangga mereka.
وُجُوبَ الْخَادِمَةِ لَهَا إِنْ كَانَتْ مِمَّنْ لَا يَخْدِمْنَ أَنْفُسَهُنَّ
Kewajiban suami memberikan bantuan kepada istrinya dalam hal yang tak sanggup dikerjakan isterinya seorang diri. …Muhammad Rasyid)

Al Qurthubi mengutip pendapat Imam Syafi'i dan Abu Hanifah mengenai peran serta suami dalam kerjasama membangun rumah tangga ibarat medan peperangan,
وَهَذَا كَالْمُقَاتِلْ تَكُونُ لَهُ أَفْرَاسٌ عُدَّةٌ فَلاَ يَسْهَمُ لَهُ إِلَّا لِفَرَسٍ وَاحِدٍ لِأَنَّهُ لَا يُمْكِنُهُ الْقِتَالُ إِلَّا عَلَى فَرَسٍ وَاحِدٍ وَ كَذَالِكَ فِي حَيَاةِ الزَوْجِيَّةِ فَهِيَ تَحْتَاجُ إِلَى الْمُشَارَكَةِ بَينَهُما.
Sebagaimana peperangan yang membutuhkan banyak kuda, maka tidaklah akan menang perang jika hanya dengan seekor kuda. Karena tidak mungkin peperangan hanya membutuhkan seekor kuda saja. Demikian pula dalam kehidupan pernikahan diperlukan kerjasama diantara suami dan isteri.

Daftar Pustaka
Al Baidhowi, Nashirudin Abi Sa'id, Anwaar at-Tanzil wa Asrar at-Ta'wil, Maktabah Syamilah
Ath-Thobari, Muhammad bin Jarir, Jami' al Bayan fi Tafsir al Ayat al Qur'an, Maktabah Syamilah
Al Qurthubi, Abu Abdullah, al Jami' li Ahkam al Qur'an, Maktabah Syamilah
Ridho, Muhammad Rashid, Tafsir al Qur-an al Hakim ( al Manar), Maktabah Syamilah.