Jumat, 09 September 2016

DEFINISI SHOLAT

Menurut bahasa sholat adalah “الدُّعَاءُ بِالخَيرِ وَالبَرَكَةِ[1] yang berarti berdo’a meminta kebaikan dan kebahagiaan. Pengertian ini sebagaimana tertera pada firman Allah ta’ala dalam surat at Taubah ayat 103 sebagai berikut,

خذ من أموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها وصل عليهم إن صلاتك سكن لهم والله سميع عليم

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Jumat, 04 Desember 2015

MOTIVASI BELAJAR DALAM AL QUR’AN

Dalam kamus besar bahasa Indonesia motivasi adalah, “suatu dorongan yang timbul pada seseorang secara sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.” Perbuatan pencapaian tujuan ini melahirkan kepuasan pada diri seseorang.  Tidak bisa dipungkiri, setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu dimulai dengan motivasi (niat) sebagaimana sabda Rasulullah saw,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ[1]

Sesungguhnya setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya, dan bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin diraihnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya sesuai dengan yang ia niatkan.

Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri pembelajar yang menimbulkan perbuatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari perbuatan belajar dan yang memberikan arah pada perbuatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh pembelajar itu dapat tercapai.

Rabu, 11 November 2015

EVALUASI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN

Dalam kamus besar bahasa Indonesia evaluasi berarti penilaian. Penilaian ini diperoleh melalui perencanaan kegiatan yang terstruktur guna mendapatkan informasi yang sangat dibutuhkan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. Sehingga dalam pendidikan evaluasi adalah suatu proses secara sistematis yang berguna untuk menentukan atau membuat keputusan yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan-tujuan pengajaran yang telah dijalankan.

Dalam al Qur’an Allah ta’ala menyebutkan proses evaluasi diantaranya pada surat al Ankabut ayat 2 – 3, dimana evaluasi Allah ini bertujuan mengetahui orang yang benar keimanannya dan yang dusta,

أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون. ولقد فتنا الذين من قبلهم فليعلمن الله الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Rabu, 04 November 2015

PENYAKIT-PENYAKIT HATI YANG DISEBABKAN OLEH SYAHWAT DAN TERAPINYA DALAM ISLAM

Syahwat adalah insting (naluri) fitrah yang dengannya manusia cenderung dan suka kepadanya. Allah ta’ala memberikan insting tersebut kepada manusia agar mereka dapat menunaikan tugasnya dalam kehidupan. Mewujudkan segala hal yang dapat memberikan kebaikan baginya dan menjaga segala hal yang dapat menyebabkan keburukan baginya serta keberlangsungan hidup mereka.

Dr. Yunasril Ali[1] mengklasifikasikan naluri manusia itu dalam 4 bentuk. Pertama, insting egosentros atau naluri mementingkan diri sendiri. Kedua, insting polemos atau naluri berjuang dan mempertahankan diri. Ketiga, insting eros atau naluri seksual dan keempat, insting religious atau naluri untuk tunduk kepada tuhan.