Ancaman Kepada Para Pengingkar Hari Berbangkit

Tafsir Surat an-Naba Bagian Kedua

Sigit Suhandoyo

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5

(1).Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? (2).Tentang berita yang besar, (3).yang mereka perselisihkan tentang ini. (4).Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, (5). kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.

Kelompok ayat-ayat ini menjelaskan tentang perilaku orang-orang Quraisy. Mereka bertanya-tanya tentang berita hari berbangkit. Sebagian meyakini, namun sebagian lainnya tidak bermaksud mencari penjelasan, melainkan menjadikannya bahan cemoohan dan pengingkaran. Padahal hari berbangkit adalah sebuah kepastian yang benar adanya.

Pakar tafsir hukum al-Qurthubi mengemukakan, hari berbangkit bukanlah sesuatu yang bisa diperselisihkan. Kelak orang-orang beriman kepadanya akan mengetahui kebenarannya, demikian pula orang-orang yang ingkar kepadanya akan mengetahuinya pula. Inilah penegasan sekaligus ancaman dari Allah ta’ala bagi mereka yang mengingkari kebenaran hari berbangkit (هُوَ وَعِيدٌ بَعْدَ وَعِيدٍ), ini adalah ancaman setelah ancaman, demikian kutipnya dari al-Hasan (al jami’ li ahkam al-Qur’an 19/170-171).

Menurut Asy-Sya’rawi, pada hari akhir nanti, ketika orang-orang tersebut melakukan perbandingan, maka yang ada adalah kerugian bagi yang diazab. Siksaan berat yang menyakitkan itu, menjadi lebih menyakitkan lagi, ketika melihat kelompok lain mendapat nikmat pada saat penyiksaan berlangsung. Sedangkan orang yang mendapat nikmat kemudian melihat kelompok lain disiksa akan merasakan nikmat yang bertambah-tambah. Saat itulah kerugian akan menjadi nyata bagi orang-orang kafir. (Tafsir asy-Sya’rawi 15/13)

Hari berbangkit adalah sebuah kepastian, sehingga dalam al-Qur’an digunakan pula ungkapan bahwa hari kiamat itu dekat. Karena sesuatu yang pasti terjadi berarti dekat. Orang-orang yang mengingkarinya akan berada dalam kerugian yang berlapis-lapis. Pada dasarnya orang-orang yang mengingkari hari berbangkit adalah karena mereka mengingkari Allah sebagai Pencipta, sehingga dalam kelompok ayat selanjutnya Allah ta’ala berfirman tentang berbagai fenomena penciptaan.

Daftar Pustaka

  1. Syamsuddin al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, (Cairo: Dar al-Kutub al-Mishriyah, 1964)
  2. Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, Tafsir Asy-Sya’rawi, (Duta Azhar, 2016)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Give us your opinion