Ikhlas




الإخلاص هو أولها وأهمها وأعلاها وأساسها، هو حقيقة الدين ومفتاح دعوة الرسل عليهم السلام (( وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء))((ألا لله الدين الخالص)).
Ikhlas adalah hal yang utama, terpenting dan paling mendasar dari amal-amal hati. Ia adalah hakikat agama, dan kunci da'wah para rasul alaihumus salam. Allah berfirman: "Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus (al bayyinah 5). "Ingatlah hanya kepunyaan Allah agama yang bersih" (az zumar 3)

 الإخلاص هو لب العبادة وروحها، قال ابن حزم: النية سر العبودية وهي من الأعمال بمنزلة الروح من الجسد، ومحال أن يكون في العبودية عمل لا روح فيه، فهو جسد خراب.
Ikhlas merupakan inti dan ruh ibadah. Ibnu Hazm mengungkapkan, "niat adalah inti dari penghambaan. Ia bagaikan ruh dalam jasad dalam setiap bentuk amalan, dan sangat tidak mungkin sebuah amal peribadatan tidak diiringi ruh di dalamnya, karena yang demikian bagaikan jasad yang hancur.

والإخلاص هو أساس قبول الأعمال وردها فهو الذي يؤدي إلى الفوز أو الخسران، وهو الطريق إلى الجنة أو إلى النار، فإن الإخلال به يؤدي إلى النار وتحقيقه يؤدي إلى الجنة.
Ikhlas merupakan pondasi dasar diterima dan tidaknya sebuah amal, yang akhirnya akan mengantarkan pada keberuntungan atau kerugian, jalan yang dapat menuntun ke surga atau neraka. Maka setiap amalan yang tidak dibarengi dengan keikhlasan dapat menjerumuskan ke neraka. Sebaliknya amal ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan menghantarkan pelakunya pada surga.

Pengertian Ikhlas 
خلص خلوصاً خلاصاً، أي صفى وزال عنه شوبه، وخلص الشيء صار خالصاً وخلصت إلى الشيء وصلت إليه، وخلاص السمن ما خلص منه
Berasal dari akar kata Khalasha, khulushan, khalaashan yang berarti murni dan terbebas dari kotoran. Misalnya "Khalasha asy syai'i (menjadi bersih) dan "khalashtu ilasy-syai'i (saya telah sampai kepadanya). Dan "khalassus samni" (minyak yang murni)

فكلمة الإخلاص تدل على الصفاء والنقاء والتنزه من الأخلاط والأوشاب. والشيء الخالص هو الصافي الذي ليس فيه شائبة مادية أو معنوية.
Kata ikhlas menunjukkan makna: Murni, bersih, terbebas dari segala sesuatu yang mencampuri dan mengotorinya. Ungkapan khalis dalam bahasa arab berarti murni dan tidak terkontaminasi oleh kotoran di dalamnya, baik bersifat lahir maupun batin.

وأخلص الدين لله قصد وجهه وترك الرياء. وقال الفيروز أبادي: أخلص لله ترك الرياء.
Jadi ikhlas dalam melakukan amalan karena Allah berarti menjadikan Allah tujuan tanpa dibarengi riya. Fairuz abadi berkata, Ikhlas karena Allah berarti meninggalkan riya.

كلمة الإخلاص كلمة التوحيد، والمخلصون هم الموحدون والمختارون ، وأما تعريف الإخلاص في الشرع فكما قال ابن القيم –رحمه الله -: هو إفراد الحق سبحانه بالقصد في الطاعة أن تقصده وحده لا شريك له.
Ikhlas merupakan wujud dari kalimat tauhid. Oleh karena itu, orang-orang yang ikhlas adalah orang-orang yang bertauhid dan terpilih. Adapun pengertian ikhlas secara syar'i sebagaimana dikatakan oleh ibnul qayyim adalah memfokuskan tujuan dan maksud dari amalannya hanya kepada Allah, melaksanakan ketaatan hanya kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu.

Berbagai Pendapat Tentang Ikhlas

نسيان رؤية الخلق بدوام النظر إلى الخالق.
Mengesampingkan pandangan manusia dengan senantiasa mengarahkan tujuan kepada sang pencipta

إفراد الحق سبحانه بالقصد والطاعة.
Mengesakan Allah swt dalam semua bentuk tujuan dan ketaatan

استواء عمل الظاهر والباطن.
Menyelaraskan perbuatan lahir dan batin

إنه سر بين الله والعبد، لا يعلمه ملك فيكتبه ولا شيطان فيفسده والله قد يعلم الملائكة ما يشاء من أحوال العبد.
Rahasia antara hamba dan Rabbnya. Rahasia tersebut bahkan tidak diketahui oleh malaikat yang akan mencatatnya, dan tidak pula setan yang akan merusaknya. Karena Allah terkadang menginformasikan kepada malaikat kondisi hamba-Nya selama ia berkehendak.

الإخلاص أن لا تطلب على عملك شاهداً إلا الله، وإذا داوم عليه الإنسان رزقه الله الحكمة.
Ikhlas adalah beramal dengan menjadikan Allah swt sebagai saksi semata. Jika manusia senantiasa berada dalam kondisi tersebut Allah akan menganugerahkan kepadanya hikmah.
 
Ungkapan Sebagian Ulama Tentang Ikhlas 

قال الزبيد اليامي: إني أحب أن تكون لي نية في كل شيء حتى في الطعام والشراب.
Az zubaid al Yami mengungkapkan, Aku senang menghadirkan niat pada setiap perbuatan yang aku lakukan, termasuk ketika makan dan minum.

عن داود الطائي : رأيت الخير كله إنما يجمعه حسن النية وكفاك به خيراً وإن لم تنضب.
Dawud ath Tha"i mengungkapkan, aku melihat bahwa semua perbuatan baik itu diikat oleh niat yang benar. Karena niat yang benar mampu membuahkan pahala meskipun engkau tidak sempat mengerjakannya.

يقول عمر بن الخطاب رضي الله عنه : ((فمن خلصت نيته في الحق ولو على نفسه كفاه الله ما بينه وما بين الناس)).
Umar bin Khattab ra berkata, barangsiapa mampu mengikhlaskan niatnya kerika melakukan kebenaran, meskipun terhadap dirinya sendiri niscaya Allah akan mencukupkan apa yang ada diantara dirinya dan manusia.

وهكذا صام داود بن أبي هند أربعين سنة لا يعلم به أهله فكان يأخذ إفطاره ويتصدق به على المساكين ويأتي على العشاء..
Sebagaimana kisah puasa dawud bin abu hind. Ia berpuasa selama empat puluh tahun, melakukan puasa dawud tanpa sepengetahuan istrinya. Sarapan paginya beliau bawa dan disedekahkan kepada orang-orang miskin. Kemudian pulang kerumah untuk makan malam.

كان علي بن الحسن يحمل الخبز بالليل على ظهره يتبع به المساكين بالظلمة ، فالصدقة تطفيء غضب الرب، وكان أهل بالمدينة يعيشون لا يدرون من أين معاشهم ، فلما مات عرفوا، و رأوا على ظهره آثاراً مما كان ينقله من القرب والجرب بالليل فكان يعول 100 بيت .
Suatu ketika Ali bin al Hasan memikul roti di pundaknya di malam yang gelap untuk dibagikan kerumah orang-orang miskin. Pada saat itu penduduk Madinah tidak menyadari dari mana mereka mendapatkan itu semua. Ketika Ali bin al Hasan meninggal, mereka baru menyadarinya setelah melihat bekas luka di pundaknya karena sering memikul dipundaknya. Dan menurut penuturan beliau dalam satu malam memasuki seratus rumah untuk membagikan makanan kepada penghuninya.

تلك الأحوال والقصص أظهرها الله ليكون أصحابها أئمة (( واجعلنا للمتقين إماماً)).
Demikianlah Allah mengabadikan kisah-kisah tersebut dengan tujuan agar pelakunya menjadi pemimpin bagi orang-orang yang hidup setelahnya. "Dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa".

قال داود: البر همة التقي، ولو تعلقت جميع جوارحه بحب الدنيا  لردته يوماً نيته إلى أصلها.
Dawud berkata, "kebaikan adalah orientasi orang yang bertaqwa. Meskipun seluruh raganya mencintai dunia, suatu hari niatnya yang ikhlas akan menyadarkannya untuk kembali ke jalan yang benar.

Urgensi  Ikhlas

النجاة تكون بسببه في الآخرة.
Kesuksesan akhirat tergantung pada keikhlasan.

اجتماع القلب في الدنيا وزوال الهم لا يكون إلا به : (( من كانت الآخرة همه جعل الله غناه في قلبه وجمع له شمله وأتته الدنيا وهي راغمة، ومن كانت الدنيا همه جعل الله فقره بين عينيه وفرق عليه شمله ولم يأته من الدنيا إلا ما قدر عليه )).
Keterikatan hati pada dunia serta kecemasan hanya bisa diatasi dengan keikhlasan. "Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan ada dihatinya, menghimpunkan kekuatan baginya dan duniapun akan menghampirinya dengan penuh kerendahan, dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kefakiran ada dipelupuk matanya, mencerai-beraikan  kekuatannya dan tidaklah dunia akan menghampirinya kecuali dari bagian yang telah ditentukan baginya." (HR Ibnu Majah)

مصدر رزق عظيم للأجر وكسب الحسنات ((إنك لن تنفق نفقة تبتغي بها وجه الله إلا أجرت عليه حتى ما تجعل في فم امرأتك)) {رواه البخاري}.
Sumber karunia agung, pahala dan kebaikan. "sesungguhnya ketika engkau menginfaqkan harta dengan berharap ridha dari Allah, niscaya engkau akan mendapat pahala karenanya, bahkan mekanan yang engkau berikan di mulut istrimu." (Bukhari)

ينجي من العذاب العظيم يوم الدين. قال صلى الله عليه وسلم : (( أنا أغنى الشركاء عن الشرك من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشركه)).
Menyelamatkan diri dari azab besar di hari pembalasan. Rasulullah saw bersabda, "Aku adalah Zat yang tidak butuh sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amalan dengan mempersekutukan Aku dengan yang lain, maka Aku akan meninggalkannya bersama sekutunya" (Muslim)

(( وقدمنا إلى ما عملوا من عمل فجعلناه هباء منثوراً))
"Dan kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan debu yang bertebaran)" (al furqan 23)

قال ابن المبارك: (( رب عمل صغير تكثره النية ورب عمل كبير تصغره النية)).
Ibnul Mubarak berkata, "betapa banyak amalan kecil menjadi banyak (nilai pahalanya) karena niat dan betapa banyak amalan besar menjadi rusak (nilai pahalanya) karena niat."

قال أحد السلف: إني لأستحب أن يكون لي في كل شيء نية حتى في أكلي ونومي ودخولي الخلاء وكل ذلك مما يمكن أن يقصد به التقرب إلى الله. لأن كل ما هو سبب لبقاء البدن وفراغ القلب للمهمات مطلوب شرعاً
Salah seorang ulama salaf mengungkapkan, "Aku senang menghadirkan niat pada setiap amalan yang aku lakukan, termasuk ketika makan, tidur, masuk kamar mandi dan pada setiap amalan yang dapat mendekatkan diriku kepada Allah. Karena segala sesuatu yang dapat menopang dan menjaga kebugaran tubuh serta konsentrasi jiwa dalam melaksanakan tugas sangat dituntut oleh syari'at.

الإخلاص سبب للمغفرة الكبيرة للذوب. يقول شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله : والنوع الواحد من العمل قد يفعله الإنسان على وجه يكمل فيه إخلاصه فيغفر فيه كبائر، وإلا فأهل الكبائر كلهم يقولون لا إله إلا الله. كالبغي التي سقت كلباً فقد حضر في قلبها من الإخلاص ما لا يعلمه إلا الله فغفر الله لها.
Ikhlas adalah penyebab terampuinya dosa besar. Ibnu Taimiyyah berkata, "satu amal ibadah yang dilakukan seorang hamba dengan penuh keikhlasan terkadang dapat menjadi penyebab terampuninya dosa-dosa besar. Karena semua pelaku dosa besar mengucapkan la ilaha illallah. Sebagaimana kisah seorang pezina yang memberi minum seekor anjing dengan penuh keikhlasan, kemudian Allah mengampuni dosa-dosanya.

Diantara Contoh Amalan-Amalan Ikhlas 

الإخلاص في التوحيد:         قال صلى الله عليه وسلم:       ((ما قال عبد لا إله إلا الله قط مخلصاً إلا
فتحت له أبواب السماء حتى تفضي إلى العرش ما اجتنب الكبائر)).
Ikhlas dalam bertauhid. Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang hamba mengatakan tiada ilah (yang patut disembah) kecuali Allah dengan ikhlas, kecuali dibukakan untuknya pintu-pintu langit sehingga ke 'Arasy selama ia menjauhi dosa besar."

في السجود : قال صلى الله عليه وسلم : ((ما من عبد يسجد لله سجدة إلا رفعه الله بها درجة وحط بها عن خطيئة)).
Ikhlas dalam bersujud. Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang hamba bersujud kepada Allah dengan ikhlas, kecuali Allah akan mengangkatnya satu derajat dan menghilangkan satu kesalahan."

في الصيام: قال صلى الله عليه وسلم : ((من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه)) ، (( من صام يوماً في سبيل الله باعد الله وجهه عن النار سبعين خريفاً)).
Ikhlas dalam berpuasa. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan keikhlasan, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lampau". Dalam redaksi lain, "Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh musim gugur."

في قيام الليل: قال صلى الله عليه وسلم : (( من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه)).
Ikhlas dalam qiyamul lail. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang berdiri (di malam) bulan Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu."

الإخلاص في الخروج إلى المساجد (( خرج للمسجد لا يخرجه إلا الصلاة لم يخطو خطوة إلا رفعت له بها درجة وحطت به خطيئة، فإن صلى ما دامت الملائكة تصلي عليه ما دام في مصلاه اللهم صل عليه اللهم صل عليه اللهم ارحمه، ولا يزال أحدكم في صلاة ما انتظر الصلاة)).
Ikhlas ketika keluar rumah menuju masjid. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa keluar ke masjid dan tidak ada yang membuatnya keluar melainkan karena shalat, maka setiap langkah yang ia ayunkan akan mengangkatnya satu derajat dan menghapus satu kesalahannya. Jika ia sholat, para malaikat akan senantiasa mendoakannya selama ia masih di tempat sholatnya, allahumma shalli 'alaihi, allahumma shalli 'alaihi, allahummar hamhu. Dan selama seseorang di antara kalian sedang menunggu waktu sholat."

ينبغي أن نفرق بين الرياء ومطلق التشريك في العمل
Perbedaan Antara Riya dan Amal yang Mendua

أن يعمل لله ولا يلتفت إلى شيء آخر ( أعلى المراتب).
Beramal semata-mata karena Allah dan tidak menduakannya dengan sesuatu yang lain merupakan peringkat tertinggi

أن يعمل لله ويلتفت إلى أمر يجوز الالتفات إليه ، مثل رجل صام مع نية الصيام لله أراد حفظ صحته، ورجل مشى إلى المسجد وقصد الرياضة، فهذا لا يبطل الأعمال ولكن ينقص من أجرهاـ
Beramal karena Allah diiringi dengan menginginkan hal-hal yang masih dibolehkan, misalnya seseorang yang berpuasa dengan niat karena Allah namun juga berkeinginan menjaga kesehatan, seseorang berjalan kemasjid sekaligus dengan niat berolahraga, yang demikian tidak membatalkan amal melainkan mengurangi pahala.

أن يعرض له خاطر الرياء أثناء العمل فيدافعه ويجاهده، فعمله صحيح وله أجر على جهاده
Jika dikhawatirkan riya dalam amalnya kemudian dia berusaha melawan dan melenyapkan sikap tersebut dari hatinya, maka amalannya shahih dan dibalasi atas mujahadahnya.

لا تَصِحُّ  أن يكون عمله الصالح للدنيا فقط،  أن يكون عمله رياءً محضاً.
Tidak sah amalan yang dilakukan hanya untuk kepentingan dunia saja dan tidak sah melakukan amal karena riya semata.

Disarikan secara bebas dari Silsilatu A'mal al-Qulub, Muhammad Shalih al-Munajid

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

  1. Terimakasih, sangat bermanfaat. Semoga Allah menanamkan sifat ikhlas pada kita semua. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa minta no hp. Ust. Yg menerjemahkan kitab ini

      Hapus
  2. Ustadz. Boleh minta no wa. Nya

    BalasHapus