Senandung para pejuang 3 (bagian akhir)



Kesatuan Amal
Pemikir Islam Dr Yusuf al Qaradhawi mengatakan, Untuk kebangkitannya, ummat ini tidak hanya membutuhkan para pejuang yang ikhlas, melainkan para pejuang ikhlas yang bergerak dalam kesatuan amal.

Kesatuan memerlukan iman dan persaudaraan. Kesatuan niat dan tujuan, kesatuan langkah, kesatuan perintah dan sumber perintah takkan terwujud tanpa iman dan persaudaraan. Jika harakah mustamirrah, ghayah shahihah, manahij wadhihah, qiyadah mukhlishah dan junud muthi’ah adalah unsur utama pergerakan da’wah maka perhatikanlah, tidakkah unsur itu tegak atas iman dan persaudaraan.

Kemudian Allah ta’ala berfirman dalam surat ash shaf ayat 4 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.
Nash ini menjelaskan bahwa keteraturan barisan itu kekuatan, perlindungan dan cinta Allah. Ibnu Abbas berkata, “مُثَبَّتٌ لَا يَزُولُ مُلْصَقُ بَعْضُهُ بِبَعْضٍ” teguh, tidak akan tumbang, masing-masing bagian merekat erat dengan yang lain.

Qadatah berkata “أَلَمْ تَرَ إِلَى صَاحِبِ الْبُنْيَانِ، كَيْفَ لَا يُحِبُّ أَنْ يَخْتَلِفَ بُنْيَانُهُ؟ فَكَذَلِكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَخْتَلِفُ أَمْرُهُ، وَإِنَّ اللَّهَ صَفَّ الْمُؤْمِنِينَ فِي قِتَالِهِمْ وَصَفَّهُمْ فِي صَلاتِهِمْ، فَعَلَيْكُمْ بِأَمْرِ اللَّهِ فَإِنَّهُ عِصْمَةٌ لِمَنْ أَخَذَ بِهِ” tidakkah engkau perhatikan pemilik bangunan, bagaimana ia tidak menginginkan bangunannya berantakan. Demikian pula Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia tidak menyukai jika perintah-Nya tidak dipatuhi. Dia telah membariskan orang-orang beriman dalam peperangan dan sholat. Maka kalian harus berpegang teguh pada perintah-Nya karena ia merupakan pelindung bagi orang yang mau berpegang padanya. (tafsir Ibnu Abi Hatim 10/3354)

Al Qur’an itu telah diturunkan kepada Rasul-Nya yang mulia, menghapus masa-masa suram kejahiliyahan dan permusuhan antar manusia, kebenaran itu satu tidaklah ia berbilang. Mereka yang mengaku mempelajarinya apa pasal menyerukan perpecahan atasnya? Nikmat Rabbmu yang mana lagi yang kamu dustakan? “Fabiayyi aalaa-i Rabbikuma tukadzibaan”.   Hasbunallah wa ni’mal wakil

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Give us your opinion